Protein kocok merupakan pelengkap yang fantastis dalam mencapai kebutuhan nutrisi dan kebugaran dalam jumlah besar. Baik Anda mencoba untuk membentuk otot, mengonsumsi lebih banyak kalori, mencapai target kalori harian, mengikuti pilihan pola makan terencana dalam fase defisit, atau jika Anda hanya suka minuman kocok, akan ada saatnya di mana Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi protein kocok.

Salah satu hal terbaik tentang protein kocok adalah Anda dapat dengan mudah menemukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi, tujuan, dan selera Anda secara keseluruhan. Tidak ada pendekatan satu ukuran cocok untuk semua dan jika ingin berkreasi, Anda dapat menciptakan resep protein kocok ”sempurna” untuk Anda.

Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam cara membangun kerangka protein kocok sehingga Anda dapat mulai membuat minuman kocok yang dapat memenuhi asupan nutrisi Anda, dan saya akan membahas tiga pilihan protein kocok favorit saya.

Cara Membuat Protein Kocok Untuk Anda Sendiri

Langkah pertama untuk membuat protein kocok sempurna adalah menetapkan dan menjawab beberapa pertanyaan. Saya suka mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini sebagai sarana untuk membangun kerangka kerja yang akan membantu membatasi kelumpuhan lewat analisis saat menjelajahi opsi bahan smoothie yang beraneka ragam.

Selain itu, penting untuk mempertimbangkan cara menyesuaikan protein kocok dengan gaya hidup dan asupan nutrisi harian Anda. Misalnya, jika Anda berada dalam fase defisit, maka Anda akan menghindari minuman kocok dengan banyak kalori karena Anda mungkin ingin mengonsumsinya beberapa kali sehari sebagai pengganti makanan yang sebanding dengan satu gelas minuman kocok.

Langkah 1: Tetapkan Asupan Nutrisi

Kapan Anda ingin mengonsumsi protein kocok dan bagaimana minuman ini memenuhi cakupan asupan nutrisi harian Anda? Apakah protein kocok menjadi pilihan tepat dalam kinerja dan asupan nutrisi Anda?

Ini semua adalah pertanyaan yang perlu dipertimbangkan saat membuat protein kocok. Protein kocok bisa menjadi pelengkap yang fantastis dan jika Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, maka kerangka kebutuhan dan parameter saat membuat minuman kocok Anda sendiri akan terbentuk. 

Katakanlah Anda berada dalam fase defisit, dalam hal ini, Anda akan mencari protein kocok yang mengandung lebih sedikit lemak dan lebih banyak buah agar kandungan kalorinya lebih rendah. Jika Anda berada dalam fase pembentukan, maka opsi seperti selai kacang dan yoghurt sarat lemak bisa menjadi pilihan yang tepat.

Langkah 2: Pilih Rasa Utama

Rasa sangat penting untuk protein kocok. Jika minuman kocok buatan Anda tidak enak (sedikit kurang enak!), lalu mengapa membuang waktu untuk membuat dan menerapkannya ke dalam pola nutrisi harian Anda?

Beberapa acuan rasa yang bisa dipertimbangkan meliputi rasa dari bubuk protein yang mungkin Anda gunakan, buah-buahan yang Anda sukai, atau selai kacang. Misalnya, jika Anda menggunakan bubuk protein vanila, tidakah Anda ingin menambahkan rasa lainnya? Jika ya, pertimbangkan bahan lain yang akan terasa enak jika dikombinasikan dengan vanila tersebut.

Langkah 3: Pilih Bahan Dasarnya

Setelah Anda menentukan rasa, sekarang saatnya untuk memilih bahan dasar. Bahan dasar meliputi es, air, susu almon, susu, susu gandum, dll. Bahan dasar sangat penting karena dapat memengaruhi keseluruhan rasa minuman kocok. 

Jika Anda menggunakan bahan-bahan seperti susu, maka bahan dasar tersebut akan memberi sedikit rasa pada minuman kocok. Umumnya, bahan dasar yang digunakan akan cocok dengan cita rasa yang Anda inginkan secara keseluruhan. Ingatlah, jika Anda menggunakan bahan dasar seperti susu, maka Anda harus memperhitungkan kalori dan nutrisi makro susu ke dalam cakupan minuman kocok yang lebih besar. 

Bagi mereka yang berada dalam fase defisit, menggunakan air dan es sebagai bahan dasar bisa menjadi cara yang tepat untuk memberikan lebih banyak kalori bagi bahan protein kocok lainnya.

Langkah 4: Pilih Proteinnya

Sekarang setelah Anda menentukan rasa dan bahan dasarnya, pemilihan protein bagi Anda akan lebih mudah. Dalam kebanyakan kasus, Anda akan memilih bubuk protein untuk meningkatkan protein dalam minuman kocok dan berkontribusi pada rasa. 

  • Protein whey adalah pilihan yang bagus untuk berbagai resep minuman kocok. Gunakan isolat jika tidak ingin minuman kocok terlalu kental. Bubuk whey dengan banyak lemak bisa sangat kental.
  • Protein nabati adalah pilihan tepat bagi atlet dan lifter dengan pola makan nabati. Mirip dengan catatan isolat di atas, cari opsi dengan makro yang selaras dengan asupan harian Anda.
  • Protein kasein adalah pilihan yang baik untuk minuman kocok malam hari. Catatan: kasein bersifat lebih kental, jika Anda menggunakan banyak bahan dan membatasi bahan dasar/es, maka tekstur minuman kocok akan menyerupai puding.
  • Protein kolagen adalah pilihan tepat bagi mereka yang menyukai protein kolagen. Saat menggunakan kolagen, umumnya minuman kocok akan memiliki rasa yang sedikit lebih kuat.

Selain menggunakan bubuk protein untuk sumber protein utama protein kocok, Anda juga dapat menggunakan bahan-bahan seperti yoghurt Yunani yang juga membantu meningkatkan protein keseluruhan dari minuman kocok.

Langkah 5: Pilih Bahan yang Sesuai dengan Cita Rasa dan Asupan Nutrisi

Langkah terakhir dari kerangka pembuatan protein kocok adalah memilih bahan yang sesuai dengan cita rasa dan asupan nutrisi Anda. Di sinilah Anda memerlukan konteks untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan preferensi Anda.

Katakanlah Anda menginginkan protein kocok yang memiliki rasa cokelat dan pisang, maka Anda akan memilih bahan yang sesuai dengan cita rasa ini. Jadi, pisang jelas merupakan bahan utama, lalu bahan-bahan lain seperti cokelat hitam, bubuk protein cokelat, dan biji kakao bisa menjadi pelengkap yang pas.

Jika Anda ingin membuat protein kocok stroberi dengan selai kacang , maka penggunaan stroberi, selai kacang, dan sedikit bubuk protein vanila bisa menjadi pilihan yang tepat. Tujuan utamanya adalah untuk mengingatkan bahwa Anda adalah seniman yang bereksperimen dengan berbagai bahan.

3 Resep Protein Kocok yang Lezat

Untuk memberikan sedikit inspirasi dan titik awal, saya telah mengumpulkan tiga resep protein kocok favorit saya. Untuk membuatnya, cukup tambahkan semua bahan ke dalam blender dan campur hingga halus.

1. Protein Kocok “Kapan Saja”

Protein Kocok “Kapan Saja” merupakan pilihan cerdas untuk dikonsumsi kapan saja dan memiliki pembagian makronutrien yang relatif merata. Ditambah, rasanya standar dan memiliki beberapa bahan untuk meningkatkan kepadatan nutrisi minuman kocok ini secara keseluruhan.

Waktu Pembuatan: 5 menit

Kalori: ~450kkal

 Bahan-bahan:

Minuman kocok ini mungkin menjadi pilihan paling umum di luar sana dan menghasilkan banyak rasa protein kocok berstandar emas.

2. Waktunya Pembentukan Massa

Salah satu pilihan protein kocok favorit saya saat fase pembentukan adalah "Waktunya Pembentukan Massa". Sejujurnya, namanya mungkin dapat lebih baik lagi, jadi saya sarankan agar Anda membuat nama sendiri untuk minuman kocok pembentukan massa favorit Anda.

Waktu Pembuatan: 5 menit

Kalori: ~800kkal

Bahan-bahan: 

  • 1 sendok bubuk protein
  • 1 cangkir yoghurt Yunani sarat lemak
  • 2 sendok makan selai kacang
  • 1 porsi cokelat hitam
  • 1 buah pisang
  • 1 cangkir es
  • 1 cangkir susu

Saya juga akan menambahkan bahan-bahan seperti beri biru, stroberi, dan bayam dengan kalori relatif rendah serta membantu menambahkan kepadatan nutrisi yang baik ke dalam minuman kocok.

3. Ramping dan Efisien

Sejujurnya, minuman kocok ini tidak memiliki arti khusus dan saya hanya menyukai kata "efisien". Minuman kocok ini adalah pilihan tepat bagi mereka yang berada dalam fase defisit yang menginginkan protein kocok dengan volume yang pas untuk asupan kalori yang Anda peroleh.

Waktu Pembuatan: 5 menit

Kalori: ~300kkal

Bahan-bahan: 

  • 1 sendok bubuk protein
  • 1 mangkuk stroberi atau beri biru
  • 1 mangkuk bayam jepang
  • 1 sendok makan selai kacang
  • 1 cangkir air
  • 1 cangkir es

Minuman kocok ini memiliki jumlah protein yang baik dan jumlah kalori yang berlimpah. Anda juga dapat mengganti selai kacang dengan yoghurt Yunani bebas lemak jika Anda menginginkan lebih banyak protein dan lemak yang lebih sedikit.